Konser Musik Klasik Outdoor Pertama di Jakarta

Konser Musik Klasik Outdoor Pertama di Jakarta

Konser Musik Klasik ‘Jakarta Bersorak’ 2019 di Monas

September 2019 lalu pelataran Monumen Nasional atau Monas menjadi tempat pementasan terbuka untuk konser musik klasik. Biasanya musik klasik diadakan di dalam ruangan, namun kini ada hal baru yang berusaha dihadirkan oleh pemain musik klasik. Lokasi penyelenggaraan konser ini yaitu di Lapangan Tenggara Silang Monas, Jakarta Pusat. Acara tersebut bertajuk Konser Akbar Monas dengan tema ‘Jakarta Bersorak!!”

Acara yang dimulai pada petang hari ini diketuai oleh Timothy Siddik. Ia berharap bahwa konser ini merupakan konser musik klasik pertama yang dilaksanakan di luar ruangan. Timothy menambahkan, acara bebas biaya alias gratis ini dipersembahkan untuk warga yang ingin menikmati musik yang indah.

Konser yang turut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ini diadakan oleh Jakarta Simfonia Orchestra (JSO) dan Jakarta Oratorio Society (JOS). Adapun repertoar atau sejumlah lagu yang dibawakan di antaranya karya Wolfgang Amadeus Mozart, Strauss, Franz von Suppe, Gioachino Antonio Rossini dan Ludwig van Beethoven. Instrumental dari Beethoven yang dimainkan adalah Simfoni Nomor 9, bagian 4, Ode to Joy.

Sebenarnya tujuan dari konser musik klasik ini adalah untuk memperkenalkan musik yang baik untuk warga Jakarta. Suatu momentum untuk memulai sesuatu hal yang baik terutama musik bermutu, ujar ketua panitia Konser Akbar Monas.

Timothy turut menjelaskan, bila di berbagai negara pementasan musik sudah umum diadakan di luar ruangan. Ia mencontoh konsep pementasan musik klasik luar ruangan di Central Park, New York. Ada juga pementasan musik klasik di Hollywood, Los Angeles. Sementara di Berlin, musik klasik dipentaskan di Gendarmenmarkt dan Waldbuhne. Di negara Asia Tenggara, Singapura juga mementaskan musik klasik di Singapore Botanic Gardens. 

Pementasan musik klasik di pelataran Monas ini disambut antusiasme masyarakat yang tinggi. Tercatat yang menghadiri konser ini sejumlah 13.109 orang berdasarkan catatan dari tim UPT Monas. Menurut Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, mungkin ini merupakan jumlah penonton konser paling banyak dalam rekor sejarah Indonesia. Ia juga mengaku bangga dengan banyaknya warga yang hadir dalam acara tersebut.

Selain menampilkan instrumental dari mancanegara, konser musik ini juga menampilkan lagu-lagu kebangsaan Indonesia. Di antaranya yaitu Bangun Pemudi-Pemuda, Tanah Airku Indonesia, Garuda Pancasila, dan Rayuan Pulau Kelapa.

Anies Baswedan menegaskan, Jakarta sebagai simpul kebudayaan Indonesia harus menunjukkan kelebihannya untuk dapat bersaing dengan kota-kota besar di dunia. Dengan keberagaman latar belakang masyarakat Indonesia, menjadikan negara ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki negara lain. Maka dari itu, dengan adanya konser musik klasik ini diharapkan dapat menyatukan seluruh kalangan masyarakat di Indonesia khususnya kota Jakarta.

Sebab musik merupakan bahasa yang paling bisa dimengerti oleh semua orang dan kalangan di dunia. Di Jakarta sendiri harus menjadi sebuah ekosistem di mana para seniman tumbuh dan berkembang, para seniman bisa menjadi tuan rumah di Indonesia. Namun ada hal yang tidak kalah penting, mereka juga harus bisa menjadi tamu yang mengesankan di mancanegara. 

Sejumlah pejabat penting turut hadir di acara tersebut, diantaranya Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, serta para duta besar negara sahabat Indonesia, seperti duta besar Italy, Federasi Rusia, Deputy Ambassador United Kingdom, dan Deputy Ambassador European Union.

Semoga dengan adanya konser musik klasik pertama yang diselenggarakan di ruangan terbuka ini, masyarakat lebih mengetahui beragam jenis musik. Selain itu pihak penyelenggara dapat mencapai tujuannya yakni menghibur masyarakat khususnya Jakarta dengan alunan musik klasik yang indah.