Intip Keseruan Konser Musik ‘Oceanic Folk Festival’

Intip Keseruan Konser Musik ‘Oceanic Folk Festival’

Oceanic Folk Festival yang diselenggarakan di Pulau Tidung dan Pulau Gusung Patrick

Festival musik kini mengalami inovasi yang beragam. Penyelenggaraan konser bisa dilakukan di berbagai tempat. Misalnya konser musik Prambanan Jazz dilaksanakan di Candi Prambanan. Selain itu ada Jazz Gunung Bromo yang tentu saja dilakukan di Gunung Bromo, Jawa Timur. Ada juga Lalala Festival di mana konsep yang diusung dari festival musik ini adalah konser di tengah hutan. Seru sekali ya!

Selain ketiga tempat tersebut, September lalu baru saja diselenggarakan festival musik di sebuah pulau. Menariknya, festival tersebut diisi oleh penampilan dari grup alat musik tradisional khas Jakarta, Tanjidor. Konser musik bertajuk Oceanic Folk Festival ini berlangsung di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Acara ini dilaksanakan selama 3 hari yang dimulai dari tanggal 20 September 2019.

Direktur Oceanic Folk Festival, Franki Raden menjelaskan bahwa festival ini mempertemukan kebudayaan bahari masyarakat internasional dari Asia Pasifik, Amerika Latin serta Afrika dengan kebudayaan masyarakat lokal. 

Dalam Festival ini disediakan juga Eco Music Camp dan Festival Bahari. Di tempat ini para peserta festival diperbolehkan untuk menginap di sebuah kawasan perkemahan di Pulau Tidung Kecil. Pulau ini dikenal sebagai kawasan agro wisata dengan fasilitas pelestarian beragam jenis biota laut seperti ikan, kura-kura dan museum paus.

Menurut Franki saat acara pembukaan festival, ia dan timnya ingin menghadirkan unsur musik untuk ekosistem. Musik menjadi sebuah medium yang paling kuat untuk generasi muda untuk membangkitkan kesadaran berbagi, termasuk aspek lingkungan. 

Pertunjukan musik yang dipusatkan di sebuah panggung yang berdiri di tengah laut ini dekat dengan Jembatan Cinta Pulau Tidung. Panggung ditempatkan menjorok ke laut sejauh 10 meter dari bibir pantai. Sejumlah seniman yang tampil turut menyampaikan pesan peduli terhadap lingkungan. Panitia Oceanic Folk Festival juga mengampanyekan pengurangan penggunaan sampah plastik dengan cara meminta seluruh peserta untuk membawa botol minum atau tumblr sendiri.

Franki menjelaskan, kesadaran warga akan lingkungan menjadi salah satu pertimbangan bagi wisata asing untuk mengunjungi suatu destinasi wisata. Karena turis mancanegara itu memiliki kesadaran ekologi yang tinggi. Mereka memberikan simpati terhadap konsep wisata yang ramah lingkungan namun tetap menghibur. 

Sebelum menggelar Oceanic Folk Festival di Pulau Tidung, Franki pernah menyelenggarakan acara serupa di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu. Pulau Tidung memiliki panorama alam yang indah. Pantainya bersih, air lautnya pun jernih. 

Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat mengatakan bahwa Pulau Tidung merupakan salah satu tempat yang cocok untuk penyelenggaraan festival musik sekaligus mengangkat tema peduli lingkungan. Dengan banyaknya agenda wisata yang digelar di tempat tersebut, ia berharap ke depannya akan lebih banyak pengunjung yang datang. 

Di hari penutupan festival musik Oceanic Folk Festival, acara dilangsungkan di Pulau Gusung Patrick. Lokasinya berjarak kurang lebih satu jam perjalanan dari Pulau Tidung. Saat tiba di pulau sekitar pukul 09.30 WIB, para seniman yang tampil di hari sebelumnya yang terdiri dari penampil akustik turut hadir untuk tampil di Pulau Gusung Patrick. Mulai dari grup Orkes Tanjidor Betawi, grup musik Supa Kalula dan lainnya, menampilkan performa terbaiknya dalam memainkan musik mereka.

Menurut Frankie, ide pemilihan lokasi di Pulau Gusung Patrick adalah usulan dari Kasudinparbud Kepulauan Seribu, Cucu Ahmad Kurnia. Untuk memeriahkan acara, dihadirkan pula lomba body painting hingga instalasi layang-layang. Kebetulan temanya adalah folk festival, banyak elemen akustik seperti Tanjido. Visual yang mendukung yaitu body painting. Sementara layangan untuk ornamen verikal.